Contatc

Powered by Blogger.

Recent Post

Blogroll

Probthemes.com

Coolbthemes.com

Tuesday, April 30, 2013



London. Mohammad John Webster dibesarkan dalam keluarga Protestan. Di usia remajanya, ia memiliki banyak pertanyaan soal kepercayaan yang dianutnya.
“Yang menjadi pertanyaan saya, di Inggris, banyak kemiskinan dan ketidakpuasan sosial. Agama saya seperti tidak berusaha untuk menyelesaikannya,” kenang dia seperti dikutip Arabnews.com, Senin (8/4).
Sejak itu, Webster muda tidak lagi menerima Protestan dan beralih menjadi penganut komunis. Baginya, komunisme menciptakan kepuasan tersendiri. Tapi itu tidak berlangsung lama. Selanjutnya, ia beralih pada filsafat dan agama.
“Dari apa yang saya alami ini mendorong saya mengidentifikasi diri dengan apa yang disebut panteisme,” katanya.
Webster mengakui peradaban Barat membuat masyarakatnya begitu asing dengan Islam. Ini terjadi karena sejak Perang Salib berakhir, banyak hal yang menyimpang terkait informasi tentang Islam dan Muslim.
Satu fase baru dalam kehidupannya dimulai ketika ia menetap di Australia. Di sana, ia membaca Alquran di sebuah perpustakaan umum di Sydney. Saat itu, kefanatikan Webster terhadap Islam coba ia tutupi. Padahal, ia sangat antusias untuk mengkaji lebih dalam terkait isi Alquran. Satu hari, ia temukan salinan Alquran terjemahan Inggris.
Pada satu surat, ia temukan satu hal tentang kehidupan Rasulullah. Ia habiskan berjam-jam untuk menemukan apa yang diinginkannya. Ketika keluar dari perpustakaan, Webster merasakan kelelahan. Kebimbangan muncul dalam pemikirannya.
Hal itu coba ia tangguhkan dengan berjalan menyusuri keramaian. Langkahnya terhenti ketika ia melihat tulisan yang menyebut ‘Masjid’. Hatinya bergetar seketika. Wajahnya segera memucat.
“Inilah kebenaran. Spontan Webster mengucapkan syahadat. Tiada Tuhan selain Allah, Muhamamd adalah utusan Allah. Alhamdulillah, aku menjadi seorang Muslim,” kata dia yang kini menjabat Presiden The English Muslim Mission.
Jakarta. Masyarakat Televisi Sehat Indonesia (MTSI) meminta kepada stasiun televisi untuk tetap menjaga norma kesusilaan dan kesopanan dalam program-programnya di bulan suci Ramadhan. Hal ini disampaikan MTSI kepada LSF berkaitan dengan keluhan masyarakat terhadap tayangan Ramadhan yang cenderung penuh tawa, menghilangkan nilai kekhusuan dan edukasi ibadah.
Fahira Idris sebagai Pembina MTSI mengatakan, bahwa waktu sahur adalah waktu ibadah, waktu yang sangat special karena 1/3 malam, saat-saat orang beribadah, itikaf dan sholat malam, hendaknya waktu itu tidak digunakan sebagai ajang bercanda dan tertawa tawa, jika harus dibuat program, maka buatlah yang seimbang yang menghormati makna ibadah Ramadhan khususnya waktu sahur.
Senin 29 April kemarin, MTSI datang ke LSF untuk bersilaturrahim dan menyampaikan aspirasi masyarakat berkaitan dengan tayangan yang semakin lama semakin meresahkan, diantaranya: Tayangan Kekerasan sehingga menjadi salah satu pemicu anak SD membunuh temannya, Tayangan Film atau sinetron yang menyinggung SARA, Siaran Yang sudah melanggar Budaya dan Moral, Evaluasi Tayangan Ramadhan dan menyampaikan keluhan masyarakat terhadap stasiun TV yang akan menyiarkan tayangan Miss World di Indonesia.
MTSI diterima perwakilan LSF yaitu Wakil Ketua bpk Drs. Nunus Supardi, Jamalul Abidin, Dr. Endro, Prof Dr. Astani Hasbi dan beberapa anggota LSF lain. Dan dari MTSI sendiri yang hadir Fahira Idris, Ardy Purnawan Sani dan Bayu Prioko
“Terkait dengan program siaran pada bulan suci Ramadhan, MTSI berpesan agar stasiun televisi memperhatikan mutu dan kualitas siaran agar tetap sehat. Caranya dengan menjaga norma kesopanan dan kesusilaan,” kata Koordinator MTSI, Ardy Purnawan Sani (Selasa 30 April)
Hal itu disampaikan Ardy terkait banyaknya tayangan program televisi di bulan Ramadhan yang didominasi oleh hiburan semata.
Selain itu, dikatakan Ardy, stasiun televisi juga harus memastikan bahwa program siarannya dapat memberikan dampak positif bagi penonton, yaitu bertambahnya keimanan dan ketakwaan pada Allah.
Hal lain yang diusung MTSI yakni menyerukan kepada stasiun televisi untuk memastikan setiap program siarannya sudah mengacu pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang dikeluarkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Tuntutan lain juga disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta stasiun televisi mengurangi tayangan lawakan atau hiburan selama bulan suci Ramadan.
“Kita imbau untuk mengurangi hal-hal yang tidak sesuai dengan bulan Ramadan, yang bertentangan dengan agama. Lawakan-lawakan itu hiburan tapi hiburan harus yang sehat,” kata Ketua Bidang Infokom MUI, Sinansari Ecip, di Jakarta, Senin kemarin.
Selain tayangan lawakan, MUI juga meminta agar tayangan yang bernuansa horor, kekerasan, mistik dan seks dikurangi. “Tolong hilangkan atau kalau tidak bisa dikurangi yang horor, kekerasan dan seks serta mistik,” tambah dia. (sbb/dakwatuna.com)
Umat Islam bisa jadi saat ini tengah disudutkan oleh pelbagai kasus di banyak negara. Pemberontakan di Mali, pembunuhan dan peledakan oleh ekstremis Taliban, terorisme Al Qaidah, dan kasus terbaru kembali menyudutkan muslim yakni peledakan bom di Kota Boston,
 
Negara Bagian Massachusetts, Amerika Serikat. Pelakunya kakak-adik pengikut Nabi Muhammad. Namun pengembangan kasusnya nampak memaksakan dan banyak orang melihat itu sebagai konspirasi dilakukan oleh Biro Investigasi Federal (FBI), seperti dilansir harian the Guardian 

Muslim boleh disudutkan, namun pemimpin dunia mengakui lima orang ini punya pengaruh luas dalam pelbagai bidang ekonomi, politik, hingga wawasan tentang ketuhanan. Mereka diakui sebagai tokoh yang sangat disegani barat. 
 
Lima muslim berpengaruh ini berdasarkan Lembaga Kajian dan Riset Islam Dunia berbasis di Ibu Kota Kairo, Mesir. Siapa saja mereka? berikut5 Tokoh Muslim yang paling Berpengaruh di Dunia saat Ini Dilansir dari merdeka
1. Raja Abdullah bin Abdul Azis Al-Saud 
 
Raja Abdullah bin Abdul Azis Al-Saud merupakan raja keenam Arab Saudi yang berpengaruh tak hanya di negaranya melainkan jazirah Arab. Dia memerintahkan negara monarki Islam terbesar sejagat dan menjadikan wilayahnya terkaya di antara negara Arab lain.

Dia mempunyai beberapa sumber devisa memperkaya Saudi. 
Pertama, dua tempat suci Makkah dan Madinah didatangi jutaan muslim saban tahun. 
 
Kedua, limpahan minyak dan ekspor ke pelbagai negara, dan ketiga dakwah Islam di banyak lembaga. Dakwah itu mempunyai jaringan rapi dan banyak orang berpindah menjadi muslim sebab dakwah di banyak negara muslim itu.
 
2. Recep Tayyip Erdogan
Recep Tayyip Erdogan dikenal perdana menteri Turki bertangan besi. Dia memenangkan pemilihan umum 2011 dengan suara di atas 50 persen.

Dalam kepemimpinan Erdogan Turki mengalami pertumbuhan ekonomi pesat, reformasi konstitusi kuat, dan menjadi salah satu negara Arab paling diperhitungkan di peta kekuatan dunia Islam.
 
Turki menjadi contoh untuk banyak negara muslim. Di tangannya negara itu berada di peringkat ke-16 kemakmuran ekonomi sejagat dan menjadi anggota negara-negara kaya dalam G20.

3. Raja Muhammad VI
Raja Muhammad VI dari Maroko dipercaya punya garis keturunan langsung Nabi Muhammad. Dia dan keluarganya sudah memimpin Maroko selama empat abad.
 
Dia juga disebut Amir Al-Mukminin atau komandan terpercaya menggabungkan agama dan politik dalam kekuasaannya.

Muhammad VI menjadi pemimpin berhasil mengatasi terorisme di negaranya, mempunyai kebijakan yang berhasil mengembangkan dan memodernisasi Maroko.
 
Dia juga menjalin hubungan baik dengan banyak negara barat serta punya pengaruh luas di beberapa negara Afrika.

4. Muhammad Badei
Muhammad Badie menjadi salah satu petinggi Ikhwanul Muslimin. 
Kelompok pemikiran Islam paling berpengaruh sejagat. 
 
Kelompok itu diisi para cendikiawan muslim mampu membuat barat ketar-ketir. Salah satu sayap Ikhwanul Muslimin yakni kelompok perjuangan untuk Palestina menduduki Jalur Gaza, Hamas.

Badie dipilih menjadi dewan pembina Ikhwanul Muslimin serta menjadi ketua bidang internasional di kelompok itu kini menjadi partai pertama terbesar di Mesir.

5. Emir Syekh Hamad Bin Khalifa Al Thani
 
Emir Syekh Hamad Bin Khalifa Al Thani berkuasa di Qatar pada 1995 dan menjadi emir kesembilan di negara itu, 
 
Negara Qatar dengan sistem monarki selalu berada di urutan negara-negara makmur sejagat. Dia juga tersohor selalu? menempatkan Qatar menjadi negara kerap menjadi mediator untuk banyak wilayah Timur Tengah yang sedang konflik.

Di bawah komando Al Thani, militer Qatar menjadi salah satu angkatan bersenjata terkuat. 
Militer Qatar juga punya hubungan yang baik dengan banyak negara termasuk barat.

Monday, April 29, 2013



Tertarik dengan ajaran Islam, satu keluarga Katholik di Dusun Sigarap Desa Sikoran Danau Paris memutuskan masuk Islam. Teungku Jamaluddin, Da’i perbatasan di desa Napagaluh Kecamatan Danau Paris Kabupaten Aceh Singkil mengatakan telah mensyahadatkan satu keluarga Katholik  hari Sabtu.
Menurut keterangan Teungku Jamaluddin, kesan dan alasan mereka sehingga memutuskan untuk masuk Islam disebabkan karena mereka melihat adanya keseragaman umat Islam dalam beribadah terutama ketika datang ke masjid semua berbusana yang sama dengan memakai mukena putih sehingga tidak menghilangkan perbedaan antara kaya miskin.
“Islam juga melarang kita menampakkan aurat kepada orang lain,” ujar Jamaluddin Sabtu, (27/04/2013) kemarin.
Kelima muallaf ini adalah; Tias Mida Br Sitorus (orang tua), Rika Maria Br Malau (Anak Perempuan), Reno Josep Malau (Anak Laki-laki), Romiana Maria Br Malau (Anak Perempuan) dan Rikki Neysyen Josep Malau.
Menurut  keterangan muallaf kepada Teungku Jamaluddin,  alasan lain memutuskan masuk Islam adalah karena mereka terkesan dengan agama Islam melalui ajaranya yang sangat selektif dalam memilih makanan yang bersih dan kesucian lain. Hal ini, menurutnya membuat banyak umat Islam yang “bercahaya” wajahnya. Apalagi saat melakukan ibadah sebelumnya mereka diperintahkan untuk bersuci.
Dan yang paling mereka suka dan tertarik ketika melihat umat Islam datang ke masjid untuk beribadah, mereka diwajibkan untuk membuka sepatu dan sandal agar bisa masuk ke Masjid karena mereka sangat menyadari bahwa Masjid itu adalah rumah Allah (rumah tuhan) yang wajib dijaga kesuciannya.
Sementara itu, di daerah dekat masjid tempat Teungku Jamaluddin bertugas untuk dilakukan pembinaan intensif dalam mengajari dasar-dasar agama Islam.
Sebelumnya, Teungku Jamaluddin dan kawan-kawannya juga sudah mensyahadatkan banyak pemuda Katolik dan saat ini mereka dibawa ke lembaga pendidikan dayah di beberapa dayah di Aceh untuk mendapatkan pendidikan Islam yang intensif. Salah satu dayah yang menampung muallaf ini adalah Dayah Mahyal Ulum di Kecamatan Sibreh Aceh Besar.
Perhatian pemerintah kurang
Meski kebutuhan pembinaan muallaf di Aceh cukup besar, menurut Jamaluddin, hingga saat ini mereka kekurangan bantuan biaya pendidikan mereka. Karena itu Jamaludin mengharapkan perhatian pemerintah khususnya instasi yang menangani santunan dan bantuan para muallaf yang baru masuk Islam seperti Baitul Maal dan juga masyarakat Muslim lainnya yang memiliki kemampuan.
Menurut Teungku Jamaluddin, keluarga ini merupakan kurang mampu dan juga mereka anak yatim yang sudah di tinggalkan ayahnya 5 tahun yang lau. Mereka mempunyai keinginan dan kesungguhan untuk mempelajari Islam. Mereka memiliki enam bersaudara,  sedangkan dua anggota keluarga lagi masih berada di Kabanjahe dan Dolok Sanggul Sumatera Utara yang isyaAllah kedua orang ini akan menyusul masuk Islam kata Ibunya seperti yang dituturkan oleh Teungku Jamaluddin.
Setelah mengaku mensyahadatkan satu keluarga ini, Jamaluddin yang juga da’i perbatasan yang telah dikirim oleh Dinas Syari’at Islam Prov. Aceh ini saat ini sedang berupaya  mencari rumah kontrakan untuk keluarga mualaf tersebut. Siapa mau bantu?

Kumandang azan pertama di ibu kota Swedia, Stockholm merupakan peristiwa bersejarah bagi negara itu. Tak heran, apabila media massa Swedia, utamanya televisi menyiarkan secara langsung peristiwa tersebut.
Seperti dikutip laman World Buletin, Ahad (28/4), televisi negara Swedia menyiarkan secara langsung muadzin Masjid Fittja, Stockholm, mengumandakan adzan melalui pengeras suara di menara masjid. Selama adzan itu berkumandang, ratusan polisi berjaga-jaga untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
Bagi Muslim Swedia, kumandang adzan pertama melalui pengeras suara merupakan satu momentum penting dalam dakwah Islam di Swedia. Ini karena, sekian lama Muslim Swedia memperjuangkan eksistensinya sebagai komunitas agama terbesar kedua di negaranya. “Ini merupakan peristiwa bersejarah,” komentar Iman Upmann, mualaf di Swedia.
Selama adzan berkumandang, Muslim Swedia tak berhenti mengucapkan rasa syukur. “Saya telah tinggal di Swedia selama 25 tahun. Untuk pertama kalinya mendengar adzan dari menara masjid,” kata Guluz Kayhan terharu.
Namun, perjuangan Muslim Swedia tak berhenti begitu saja. Mereka masih harus bekerja keras untuk meluruskan kesalahpahaman tentang Islam dan Muslim. Sebab, beberapa hari sebelum izin adzan diberikan, serangan Islamofobia masih saja terjadi. Tentu, ini jadi satu pekerjaaan rumah yang segera diselesaikan Muslim Swedia.